Rabu, Desember 22, 2010

GRATIS..SEPANJANG MASA (Untukmu, Bunda)

(Mohon maaf jika memang sudah pernah dimuat sebelumnya)

=======================================

Suatu sore, seorang anak menghampiri bundanya di dapur sambil menyerahkan secarik kertas. Setelah mengeringkan tangannya, sang bundapun mengambil dan membaca tulisan yang dibuat anaknya itu …..

Untuk memotong rumput Rp. 1.000
• Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 1.000
• Untuk pergi ke warung disuruh bunda Rp. 500
• Untuk menjaga adik ketika bunda belanja Rp. 1.000
• Untuk membuang sampah hari Minggu Rp. 500
• Untuk nilai yang bagus Rp. 1.500
• Untuk rajin ke sekolah Rp. 1.000
• Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 1.000


Jadi jumlah hutang bunda semuanya Rp. 7.500 ya….

Sang bunda tersenyum dan memandang anaknya dengan penuh kasih… Terlintas berbagai kenangan dalam benak sang bunda. Lalu diambilnya pulpen yang dipegang anaknya, kemudian sang bunda mulai menulis di balik kertas itu …

Untuk sembilan bulan bunda mengandungmu
………………………
GRATIS


Untuk pertaruhkan nyawa serta berliter-liter darah ketika melahirkanmu
………………………
GRATIS

Untuk setiap detik waktu menjagamu setiap malam
………………………
GRATIS

Untuk setiap tetes air susu bunda kepadamu
………………………
GRATIS

Untuk biaya pengobatanmu ketika sakit ………………………
GRATIS

Untuk setiap tetes keringat, doa dan air mata ketika engkau sakit
………………………
GRATIS

Untuk setiap gram makanan yang engkau makan
………………………
GRATIS

Untuk semua buku, baju dan mainanmu

………………………
GRATIS

Untuk setiap rupiah biaya sekolahmu
………………………
GRATIS

Untuk setiap doa bunda untukmu
………………………
GRATIS

Untuk mencucikan pakaianmu selama ini

………………………
GRATIS

Untuk semua cinta dan kasih sayang bunda setiap hari
………………………
GRATIS

Sayangku, silakan engkau jumlahkan sendiri semuanya
………………………

Maka kau akan temukan bahwa semuanya ………………………
GRATIS
………
UNTUKMU, ANAKKU !!!

Karena semua itu bunda lakukan karena bunda MENYAYANGI & MENCINTAIMU SEPENUH HATI


Seusai membaca tulisan yang dibuat sang bunda, mata sang anakpun segera basah oleh linangan air mata.
Sejenak dipandanginya wajah sang bunda. Terucap kemudian dari bibir mungilnya :

“Bunda, aku juga sayang sama bunda, aku juga cinta sama bunda.”
Tangan kecil sang anak lalu dengan lincah mengambil pulpen yang tergeletak di meja, kemudian ditulisnya di kertas itu dengan sebuah tulisan besar :

LUNAS !!!

Tak sampai di situ, sang bundapun sambil mengusap kepala anak yang dikasihinya itu kemudian berujar lembut :

“Anakku..., bila bunda boleh memilih apakah bunda berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka bunda akan memilih mengandungmu.
Karena dalam mengandungmu bunda merasakan keajaiban dan kebesaran Allah…
Sembilan bulan, nak ... engkau hidup di perut bunda
Engkau ikut kemanapun bunda pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung bunda berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim bunda ketika engkau merasa tidak nyaman, saat bunda sedih dan berurai air mata...

Anakku...,
Bila bunda boleh memilih apakah bunda harus operasi caesar, atau bunda harus berjuang melahirkanmu
Maka bunda memilih berjuang melahirkanmu … walau bunda tahu
nyawa bundalah taruhannya

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat bunda rasakan
dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
yang tak pernah bisa bunda ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
saat itulah... saat paling membahagiakan
segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah,
mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku...,
Bila bunda boleh memilih apakah berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka bunda memilih menyusuimu

Karena dengan menyusuimu bunda telah membekali hidupmu dengan tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada bunda dalam kantuk bunda,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku...,
Bila bunda boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka bunda memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku...,
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan bunda, engkau merasa sepi dan merana
maka maafkanlah nak...
Maafkan bunda...
bila belum jua dapat membuatmu bahagia

Tapi percayalah nak, bunda akan selalu berusaha membuatmu bahagia,
Karena saat inipun bunda sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang …
demi menghantarmu menuju cita-citamu

Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka bunda
Dan juga percayalah nak...
engkau akan selalu menjadi belahan jiwa bunda...
Sampai kapanpun…“

Tangis sang anakpun meledak di pangkuan sang bunda. Untuk beberapa saat keduanya hanyut dalam lautan cinta ... Cinta yang tak mungkin dibeli walau dengan apapun …. Walau berapapun
Tak berapa lama kemudian, sang anak berbisik di telinga sang bunda :


“BUNDA, SUNGGUH AKU CINTA PADAMU”

===========================================


SUDAHKAH KITA MELAKUKANNYA ?

• Mengucapkan kata “CINTA” pada ibunda kita ?
• Meminta maaf atas segala salah dan khilaf kita ?
• Berterima kasih atas segala yang telah ibunda berikan ?

Jika belum, mari kita segera melakukannya ..... inilah saat yang tepat. Jangan tunggu maut memisahkan cinta kita dan ibunda kita.


Download GRATIS SEPANJANG MASA (Untuk Ibu) slide

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Boleh donk kasih komentarnya ...

Terima kasih.